Minggu, 27 Oktober 2013

MERENDAHKAN


Hore hari ini ane dapet inspirasi buat nulis tentang sifat seseorang yang bisa dibilang “merendahkan anda / membully / menjudge anda dan sejenisnya” kali ini ane bakal nulis soal itu karena pas acara keputrian salah satu guru ane menyampaikan tenteng ini, dan kalii ini bakal ane kupas setajam bendo #hahahaha.
Okkkk serius nihh… tapi kalian gak sih direndahkan sama orang lain ??? semoga saya orang terakhir :”. Karna rasanya gak enak banget dan gakn nyamani banget apa lagi  temen lu yang ngerendahin lu pasti rasanya lu pingin gulung lengan panjang lu kan?? Tapi dia kan temen lu untuk itu gua bakal bahas ini.
Ketika orang lain merendahkan kita jangan sampai hati terpengaruh. Soalnya hati kita sudah merasa sakit hati, maka rasa sakit itu sulit sekali dicarikan obat penyembuhnya. Itulah sebabnya mengapa kita masih inget sama orang yang menyakiti hati kita puluhan yahun lalu. Orang yang menyakiti itu mungkin sudah meninggal. Tapi rasa sakit di hati masih terasa sampai saat ini. Maka dari itu, langkah pertama setiap kali berhadapan dengan orang yang merendahkan kita adalah melindungi kalbu kita agar tidak terpengaruh  oleh perlakuan buruk mereka.
Hal kedua yang perlu kita lakukan adalah menjaga pikiran kita lakukan adalah menjaga pikiran kita agar tidak meyimpan memori itu. Biasanya, kita lebih muda mengingat kata-kata negative orang lain daripada nasihat yang bae-bae tapi satu kalimat buruk yang keluar dari mulut orang terdekat kita akan selalu terniang dikepala dan kita bisa mengingatnya sepanjang masa. Oleh karenannya, langkah kedua setiap kali berhadapan dengan orang yang merendahkan kita adalah menjaga agar tidak terpengaruh oeh perkataan buruk mereka. Walaupun dalam hati anda, pasti anda merasa dongkol, gedek dan marah sama dia.
Iyaa, teori sih gampang. Tapi prakteknya sulitnyaaaa minta ampun *upsss. Jadi kpngkritnya melindungi kalbu dan menjaga akal itu bagaimana? Orang-orang bijak punya resep nih
1.   Abdullah Gymnastiar “ Jangan pernah merasa mulia dengan merendahkan orang lain. Kemuliaan akan dimiliki oleh mereka yang rendah hati.”
2. Mario Teguh “ Orang lain tidak bisa merendahkan anda jika anda tidak mengizinkannya”
3. Katakan pada diri anda sendiri bahwa “Anda lebih baik daripada orang yang merendahkan anda itu.”
Demikian, maka perlakuan mereka yang bisa menjadi motivasi bagi anda untuk membuktikan bahwa anda tidak seperti yang mereka katakana dan ini nagus buat anda yang lagi down. Bagussss?? Bagus sekali, tetapi hati-hati dengan efek sampingnya (aura kesombongan). Makanya, kalau seseorang berhasil meraih pencapaian yang tinggi suka tergoda untuk menunjukkan kepada orang yang pernah merendahkannya. “dulu kamu merendahkan saya, sekarang saya merendahkan kamu !” nah yang kaya gini yang salah.
“Haiii orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik daripada mereka (yang merendahkan)…” (QS. Al-Hujurat : 11) yakni jangan merendahkan orang atau kaum tertentu. Meremehkan dan memandang hina orang lain termasuk kesombongan.
Rasulullah SAW bersabda “tidak akan masuk surge orang yang didalam hatinya terdapat sebutir dari kesombongan” (HR. Muslim)
Ingatlah anda bahwa iblis itu pada awalnya hanya memiliki satu kelemahan (kesombongan). Kata iblis : “kesombongan adalah dosa favorit gua!” mangkanya, iblis paling doyan sama orang yang gigih berjuang karna pernah direndahkan, lalu berhasil bangkit dari keterpurukan, kemudian bisa menunjukkan kepada orang yang pernah merendahkannya . “orang yang pernah kamu rendahkan itu kini sudah lebih sukses daripada kamu!” maka sekarang iblis berkata “ahahahaa… orang ini bener-bener sahabat favorit gua banget !” tanpa disadari, kita sudah semakin dekat kepada sifat dan perilaku iblis. Padahal, awalnya kita hanya ingin membuktikan bahwa kita ini lebih baik daripada orang yang merendahkan kita.
Menghina dan merendahkan orang lain adalah tindakan zaim dan dosa. Jika anda meremehkan orang lain, maka pahala kebaikan anda akan hilang dan anda akan mendapatkan murka Allah SWT.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW kepada Abu Dzar, setelah Abu Dzar mencaci orang lain dengan menyebut ibunya. Apa yang dikatak Rasulullah kepada Abu Dzar?. Beliau bersabda, “sesungguhnya engkau seorang yang didalam dirimu masih ada sifat jahiliyah”. (HR. Bukhari)
Pada saat yang tepat kita juga akan sadar bahwa orang lain yang merasa dirinya tinggi itu juga punya kelemahan kok. Sehebat apapun dia hingga merendahkan kita, dia itu bukan manusia sempurna. Makanya, dia tidak lebih dari kita.
Kenapa karena kita mesti sakit hati karena DIRENDAHKAN OLEH ORANG YANG TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA ?? kenapa pikiran kita mesti dikotori oleh perkatan-perkatan ORANG YANG TIDAK LEBIH SEMPURNA DIBANDING KITA?  
Dengan begitu, kita bisa tetap melindungi hati dari rasa sakit yang tidak perlu sekaligus menjaga kebersihan akal agar tidak sampai memikirkan akal agar tidak sampai memikirkan teknik dan strategi untuk membalas dendam sehingga kita bisa terhindar dari kemungkinan menjadi pengikut iblis tanpa kita sadari.

Yang perlu anda ingkat biarkan dia semakin rendah karna merendahkan orang lain karena hokum alam dan karama masih berlaku kok guys, anda hanya perlu mengingatkan dia sebelum hokum karma tersebut jatuh kedia atau turunannya. Hadapilah dengan low-profile, berusaha untuk bersikap netral kalau tidak bisa anda cukup diam saja kalu dia masih tidak mempan dengan nasehat dan low-profile anda pergilah menjauh sebelum anda mempunyai sikap dengki kepada. Kalau dia makin menjadi-jadi dengan anda setelah anda dia, ini waktunya anda berdebat sama dia karena anda sudah terlalu sabar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar