Hore hari ini ane dapet
inspirasi buat nulis tentang sifat seseorang yang bisa dibilang “merendahkan
anda / membully / menjudge anda dan sejenisnya” kali ini ane bakal nulis soal
itu karena pas acara keputrian salah satu guru ane menyampaikan tenteng ini,
dan kalii ini bakal ane kupas setajam bendo #hahahaha.
Okkkk serius nihh…
tapi kalian gak sih direndahkan sama orang lain ??? semoga saya orang terakhir
:”. Karna rasanya gak enak banget dan gakn nyamani banget apa lagi temen lu yang ngerendahin lu pasti rasanya lu
pingin gulung lengan panjang lu kan?? Tapi dia kan temen lu untuk itu gua bakal
bahas ini.
Ketika orang lain
merendahkan kita jangan sampai hati terpengaruh. Soalnya hati kita sudah merasa
sakit hati, maka rasa sakit itu sulit sekali dicarikan obat penyembuhnya. Itulah
sebabnya mengapa kita masih inget sama orang yang menyakiti hati kita puluhan
yahun lalu. Orang yang menyakiti itu mungkin sudah meninggal. Tapi rasa sakit
di hati masih terasa sampai saat ini. Maka dari itu, langkah pertama setiap
kali berhadapan dengan orang yang merendahkan kita adalah melindungi kalbu kita
agar tidak terpengaruh oleh perlakuan
buruk mereka.
Hal kedua yang perlu
kita lakukan adalah menjaga pikiran kita lakukan adalah menjaga pikiran kita
agar tidak meyimpan memori itu. Biasanya, kita lebih muda mengingat kata-kata
negative orang lain daripada nasihat yang bae-bae tapi satu kalimat buruk yang
keluar dari mulut orang terdekat kita akan selalu terniang dikepala dan kita
bisa mengingatnya sepanjang masa. Oleh karenannya, langkah kedua setiap kali
berhadapan dengan orang yang merendahkan kita adalah menjaga agar tidak
terpengaruh oeh perkataan buruk mereka. Walaupun dalam hati anda, pasti anda
merasa dongkol, gedek dan marah sama dia.
Iyaa, teori sih
gampang. Tapi prakteknya sulitnyaaaa minta ampun *upsss. Jadi kpngkritnya
melindungi kalbu dan menjaga akal itu bagaimana? Orang-orang bijak punya resep
nih
1.
Abdullah Gymnastiar “ Jangan pernah merasa mulia dengan
merendahkan orang lain. Kemuliaan akan dimiliki oleh mereka yang rendah hati.”
2. Mario
Teguh “ Orang lain tidak bisa merendahkan
anda jika anda tidak mengizinkannya”
3. Katakan
pada diri anda sendiri bahwa “Anda lebih
baik daripada orang yang merendahkan anda itu.”
Demikian,
maka perlakuan mereka yang bisa menjadi motivasi bagi anda untuk membuktikan
bahwa anda tidak seperti yang mereka katakana dan ini nagus buat anda yang lagi
down. Bagussss?? Bagus sekali, tetapi hati-hati dengan efek sampingnya (aura
kesombongan). Makanya, kalau seseorang berhasil meraih pencapaian yang tinggi
suka tergoda untuk menunjukkan kepada orang yang pernah merendahkannya. “dulu
kamu merendahkan saya, sekarang saya merendahkan kamu !” nah yang kaya gini
yang salah.
“Haiii
orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain,
(karena) boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik daripada mereka (yang
merendahkan)…” (QS. Al-Hujurat : 11) yakni jangan merendahkan orang atau kaum
tertentu. Meremehkan dan memandang hina orang lain termasuk kesombongan.
Rasulullah
SAW bersabda “tidak akan masuk surge orang yang didalam hatinya terdapat
sebutir dari kesombongan” (HR. Muslim)
Ingatlah
anda bahwa iblis itu pada awalnya hanya memiliki satu kelemahan (kesombongan).
Kata iblis : “kesombongan adalah dosa favorit gua!” mangkanya, iblis paling
doyan sama orang yang gigih berjuang karna pernah direndahkan, lalu berhasil
bangkit dari keterpurukan, kemudian bisa menunjukkan kepada orang yang pernah
merendahkannya . “orang yang pernah kamu rendahkan itu kini sudah lebih sukses
daripada kamu!” maka sekarang iblis berkata “ahahahaa… orang ini bener-bener
sahabat favorit gua banget !” tanpa disadari, kita sudah semakin dekat kepada
sifat dan perilaku iblis. Padahal, awalnya kita hanya ingin membuktikan bahwa
kita ini lebih baik daripada orang yang merendahkan kita.
Menghina
dan merendahkan orang lain adalah tindakan zaim dan dosa. Jika anda meremehkan
orang lain, maka pahala kebaikan anda akan hilang dan anda akan mendapatkan
murka Allah SWT.
Ingatlah
sabda Rasulullah SAW kepada Abu Dzar, setelah Abu Dzar mencaci orang lain
dengan menyebut ibunya. Apa yang dikatak Rasulullah kepada Abu Dzar?. Beliau
bersabda, “sesungguhnya engkau seorang yang didalam dirimu masih ada sifat
jahiliyah”. (HR. Bukhari)
Pada
saat yang tepat kita juga akan sadar bahwa orang lain yang merasa dirinya
tinggi itu juga punya kelemahan kok. Sehebat apapun dia hingga merendahkan
kita, dia itu bukan manusia sempurna. Makanya, dia tidak lebih dari kita.
Kenapa
karena kita mesti sakit hati karena DIRENDAHKAN
OLEH ORANG YANG TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA ?? kenapa pikiran kita mesti
dikotori oleh perkatan-perkatan ORANG
YANG TIDAK LEBIH SEMPURNA DIBANDING KITA?
Dengan
begitu, kita bisa tetap melindungi hati dari rasa sakit yang tidak perlu
sekaligus menjaga kebersihan akal agar tidak sampai memikirkan akal agar tidak
sampai memikirkan teknik dan strategi untuk membalas dendam sehingga kita bisa
terhindar dari kemungkinan menjadi pengikut iblis tanpa kita sadari.
Yang
perlu anda ingkat biarkan dia semakin rendah karna merendahkan orang lain
karena hokum alam dan karama masih berlaku kok guys, anda hanya perlu
mengingatkan dia sebelum hokum karma tersebut jatuh kedia atau turunannya.
Hadapilah dengan low-profile, berusaha untuk bersikap netral kalau tidak bisa
anda cukup diam saja kalu dia masih tidak mempan dengan nasehat dan low-profile
anda pergilah menjauh sebelum anda mempunyai sikap dengki kepada. Kalau dia
makin menjadi-jadi dengan anda setelah anda dia, ini waktunya anda berdebat
sama dia karena anda sudah terlalu sabar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar