Hai para pemuda
Indonesia, hari ini saya akan mempost salah satu media cetak ternama dan elit,
yaitu ANTARA. Kalian tau gak antara itu apa??
Antara adalah kantor
berita Indonesia yang diatur sebagai sebuah perusahaan swasta di bawah
Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Ini adalah kantor berita nasional negara,
menyediakan laporan berita untuk banyak organisasi media domestik. Ini
adalah satu-satunya organisasi yang ditunjuk untuk mendistribusikan bahan
berita yang dibuat oleh kantor berita asing.
Antara didirikan
pada tanggal 13 Desember 1937 di Batavia (Jakarta ), ibukota
kolonial Hindia Belanda. Sebelum berdirinya, Dominique Willem
Berretty dirikan Aneta , kantor berita pertama Hindia
'. Sejumlah perusahaan Belanda dan pribumi juga eksis namun tidak mencapai
level setara. Sebagai lembaga Belanda, bagaimanapun, Aneta jarang
disertakan berita lokal dalam cakupan. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan
di kalangan aktivis kemerdekaan Soemanang
Soerjowinoto dan Albert Manoempak (AM) Sipahoetar , yang akhirnya
memutuskan untuk membentuk sebuah kantor berita yang terpisah.
Antara yang operasinya diserap ke
dalam Domei Tsushin jaringan berita berikutinvasi oleh
Jepang pada tahun 1942. Staf yang memainkan peran kunci dalam siaran
di Indonesia proklamasi kemerdekaan dan memegang kendali fasilitas
Domei di wilayah tersebut pada akhir perang. Badan ini tetap berada di
bawah manajemen pribadi sampai itu ditempatkan di bawah kendali presiden pada
tahun 1960 ketika pemerintah mengalihkan fokusnya dari dekolonisasi untuk pembangunan
bangsa . Antara menjadi sebuah lembaga melalui mana negara bisa
mempromosikan kebijakannya.
pada tahun 1962, pemerintah Indonesia mulai
memobilisasi media massa dalam upaya untuk membangun bangsa yang
bersatu.Presiden Sukarno merilis sebuah keputusan eksekutif yang
direorganisasi Antara sebagai National News Agency Institute ( Lembaga Kantor Berita
Nasional , atau LKBN) di bawah kendali
pemerintah meningkat. Dalam waktu tiga minggu reorganisasi pada tanggal
24 September, Antara bergabung dengan tiga kantor berita lainnya yang ada :
Biro Pers Indonesia (PIA), Pers Dewan Asia (APB), dan Pers Nasional Indonesia
dan Layanan Publisitas (INPS).
Sebuah kudeta yang gagal pada tahun
1965 , disalahkan pada Partai Komunis Indonesia dan sekutunya,
meninggalkan Antara di bawah komando militer. Hampir sepertiga dari staf
editorial dipecat, dan banyak wartawan yang bersimpati dengan Partai Komunis
tewas dalam berikutnyapembersihan
anti-komunis. Setelah Soeharto menjadi presiden pada tahun
berikutnya, badan menghasilkan banyak laporan berita berdasarkan sumber resmi
pemerintah. Outlet berita independen diterbitkan cerita tentang
topik-topik sensitif secara politis hanya jika mereka telah dilaporkan oleh
Antara untuk menghindari sanksi harus cerita ditemukan ofensif oleh para
pemimpin pemerintah. Meskipun pemerintah mengeluarkan sebuah dekrit
menegaskan kebebasan pers , penerbit berita telah untuk mendapatkan
Izin Untuk Publikasikan ( Surat Izin Terbit ) dari Kementerian Informasi dan Izin
Untuk Cetak ( Surat Izin Cetak ) dari militer keamanan
otoritas Kopkamtib . Hal ini memastikan penindasan publikasi
dengan pandangan militan.
Soeharto mengundurkan diri kepresidenannya
pada tahun 1998, dan persyaratan lisensi untuk organisasi media dicabut berikut
September sebagai jumlah publikasi resmi melonjak dari 289 menjadi lebih dari
2.000 dalam rentang 16 bulan. Antara berusaha untuk menemukan kembali
citra ke dalam sebuah kantor berita independen di tengah gelombang reformasi
politik, tapi ada tuduhan lanjutan terhadap kebijakan Soeharto
penerus B. J. Habibie . Presiden Abdurrahman
Wahid kemudian dipecat direktur badan,Parni Hadi , dan menuduhnya
"mendominasi kantor berita dan mencoba untuk mengubah Antara ke perusahaan
pribadinya". Hadi pengganti, ditunjuk untuk pos tanpa pengalaman
jurnalistik, secara khusus bertugas untuk membuat badan lebih mandiri.
Pada tahun 2007, Antara telah dihapus dari
kontrol presiden dan direorganisasi sebagai perusahaan milik negara
swasta . Ia telah mengalami kerugian finansial dalam beberapa tahun
terakhir dan mengusahakan Rp 450 miliar ( US
$ 50 juta) bailout dari pemerintah dalam tahun berikutnya untuk
memodernisasi kemampuan bisnis badan dengan tujuan menjadi entitas bisnis yang
independen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar